Kamis, 22 September 2011

ILMU: tinemu sarono laku

sering orang menganggap bahwa Kesejatian Diri adalah hasil dari proses belajar yang panjang. Demikianlah memang semestinya, sesuati INTI tak bakal diperoleh sesaat  alias instan. Dalam metodologi ilmiah, suatu teori muncul melalui tahapan pengujian fakta-fakta. ini lah proses itu. 

Selasa, 06 September 2011

MATI SA'JRONE URIP

Mati sa'jrone Urip (mati didalam hidup) bermakna Dunia ini BENDA, makhluq yg keberadaanya fana tidak kekal sekaligus tidak berkehendak sendiri, semua dikendalikan. oleh karena itu didalam pencarian kesempurnaan lelaku/beribadah maka berperanlah sebagaimana seorang Hamba. nurut apa kata juragan ! logis memang bahwa di dalam diri manusia terdapat 2 potensi besar yang saling "bersaing" berperan. Akal dan Nafsu. namun semua tidaklah berdiri sendiri. Akal adl potensi pikiran yg digunakan menimbang segala bentuk tindakan. nafsu jg demikian. namun semua itu dg catatan JIKA Allah menghendaki...oleh karena jika manusia MenDewakan Akalnya maka Kafir apalagi jika yg diutamakan nafsu. Oleh karena itu manusia wajib bermohon kepada Allah sebagai penguasa Tunggal. Juragan dr segala juragan agar senantiasa diperintah dan dikehendaki berperilaku baik, perilaku yg dimaui olehNya bkn olehnya nya manusia itu sendiri. Itulah Mati Sajrone Urip.

Senin, 05 September 2011

AJARAN ABOGE Aboge; asal kata dari Alip Rebo Wage. Ajaran Islam yang menurut sesepuhnya merupakan ajaran yang dibawa dan disebarkan oleh Raden Sayid Kuning. Aboge ditranformasikan kepada pemeluknya secara tradisional melalui pendidikan keluarga dan pertemuan para penganut Aboge. Di Kabupaten Banyumas penganut Aboge yang berjumlah ribuan tersebar di sejumlah desa antara lain di Desa Cibangkong (Pekuncen), Desa Kracak (Ajibarang), Desa Cikakak (Wangon), Desa Tambaknegara (Rawalo). Di Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang, ratusan warga penganut Islam Aboge melaksanakan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1431 Hijriah yang jatuh pada hari Sabtu (11/09/2010) di Masjid Al Ikhlas, berbeda sehari dengan waktu jatuhnya 1 Syawal yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Umat Islam Aboge menentukan jatuhnya 1 Syawal berdasarkan perhitungan kalender Jawa yang sudah dilakukan secara turun temurun. Menurut Ki Jamang Sudiworo (61) sesepuh aboge, aliran Islam Jawa (aboge) sudah ada secara turun-temurun, bahkan sejak akhir jaman kerajaan Hindu. Aboge sendiri berasal dari kata alif rebo dan wage yaitu awal perhitungan para leluhur mereka dahulu yang memulai lebaran pada hari Rebo Wage. “Kami melakukannya berdasar keyakinan dari nenek moyang kami turun temurun dan meski beda satu hari tetapi ada rumusan perhitungannya.” tutur ki Jamang. Usai melaksanakan shalat, seluruh jamaah Shalat Id menggelar silaturahmi dengan bersalam-salaman dihalaman masjid. Dalam hal bersalaman kaum pria dan wanita bergabung menjadi satu, yang diakhiri dengan kenduri dan makan bersama dengan bekal yang dibawa dari rumah. Raden Sayyid Kuning